Rafting citarik

Latest
The latest news from the Joomla! Team

Asal Usul Arung Jeram

Beberapa orang berpendapat bahwa Arung Jeram juga merupakan uji keberanian diri menghadapi tantangan. Dan karena Arung Jeram, untuk jenis-jenis tertentu merupakan olah raga beregu, maka dengan segenap unsurnya Arung Jeram dianggap puncak dari olah raga beregu.Kegiatan Arung Jeram sebenarnya telah ada sejak dahulu. Masyarakat tradisional di Kalimantan dengan kondisi alamnya yang menantang, dengan sungai-sungainya yang lebar dan sebagian berjeram, telah menjadikan kegiatan Arung Jeram sebagai bagian hidup keseharian.

Di negeri Paman Sam, kegiatan Arung Jeram sebagai olah raga dipelopori oleh Mayor John Wisley, seorang ilmuwan yang memimpin sebuah ekspedisi di sepanjang Sungai Colorado, pada tahun 1860-an. Perahu yang digunakanya terbuat dari kayu. Di akhir abad XIX, seorang ilmuwan bangsa Belanda memimpin ekspedisi menyusuri sungai Kapuas dan Mahakam di Kalimantan yang juga berjeram, dengan menggunakan perahu suku Dayak yang terbuat dari Kayu. Perjalanan ini menempuh waktu hampir satu tahun. Ketika Tahun 1994 rute perjalanan ini ditapaktilasi kembali, dengan perahu boat bermotor, diperlukan waktu 44 hari untuk mengarungi jalur ini


Arung Jeram di Indonesia

Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung dan Jakarta, olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam. Pada tahun 1975, salah satu kelompok pencinta alam menggelar Citarum Rally


Sekitar tahun 1975, kelompok pencinta alam mengembangkan juga olah raga ini dengan ekspedisi melintas Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama dengan Frank Morgan, seorang pengacara profesional. Kelompok ini juga melaksanakan ekspedisi ke Sungai Alas.

Perahu dan peralatan yang dipakai mulai meningkat kwalitasnya, dimulai dari ban dalam, perahu LCR tentara, sampai perahu karet khusus Sungai (River Raft), juga perahu Kayak. Hal ini mendorong Arung Jeram tumbuh cukup pesat, dan menarik minat para pengarung jeram untuk mengarungi sungai-sungai di daerah yang jauh dan penuh tantangan. Sungai Mahakam, Barito, Alas , Mamberamo dan Van Der Wall, kemudian juga diarungi. Di Pulau Jawa banyak sungai yang biasa diarungi. Citarik, Cimandiri, Citatih, dan Cimanuk di Jawa Barat. Jawa Tengah meiliki sungai Progo, Serayu dan Elo yang biasa diarungi. Jawa Timur memilki sungai Ireng-ireng di lereng Gunung Semeru, yang cukup menantang. Arung Jeram terus berkembang dengan cukup pesat. Namun, seiring dengan perkembangannya beberapa kecelakaan yang merenggut nyawa juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan arung jeram Indonesia.


Pada tahun 1994 diadakan Kejuaraan Nasional Arung Jeram yang agak resmi di Sungai Ayung, Ubud-Bali. Di kejuaraan ini diterapkan standard penyelenggaran internasional, baik perlengkapan, materi lomba maupun perlengkapan dan penjuriannya. Kegiatan inilah yang kemudian dianggap pemicu kebangkitan Arung Jeram di Indonesia.


Secara komersial wisata Arung Jeram diperkenalkan oleh SOBEK EXPEDITION yang kemudian membuka wisata Arung Jeram di Sungai Ayung Bali, sungai Alas di Aceh , sungai Saadan - Toraja, Sulawesi Selatan dan Citarik Jawa Barat. Saat ini sudah banyak operator wisata Arung Jeram, baik di Jawa, Bali, Sumatera Barat, Aceh dan Sulawesi Utara. Dengan berkembangnya wisata Arung Jeram ini, maka saat ini Arung Jeram telah menjadi olah raga petualangan sekaligus wisata dan rekreasi keluarga, siap menantang siapa saja yang ingin menikmati pengalaman baru, dan bukan lagi hanya kegemaran dari para petualang sejati.


Demikian juga dengan tumbuhnya industri wisata Arung Jeram, yang memacu kegairahan berbagai kelompok masyarakat untuk ikut menikmati Arung Jeram. Tumbuhnya industri wisata arung jeram ini sayangnya tidak diimbangi dengan Standar Pelayanan dan Keselamatan Wisata Arung Jeram, karenanya seiring makin banyaknya peminat wisata, timbulnya korban juga bertambah. Kecelakaan arung jeram yang menimpa Kepala Divisi Komunikasi BPPN Raymond van Beekum lantaran tersipu air bah di sungai Cisedane, Bogor, sempat mengguncang bisnis wisata arung jeram di Jawa Barat selama lebih dari 1 (satu) tahun, karena luasnya liputan media massa. Dibentuknya Asosiasi Pengusaha Arung Jeram (IWA Indonesia White Water Association) diharapkan menjadi mitra bagi FAJI, untuk ikut membangun dunia arung jeram Indonesia yang aman dan berprestasi international.Utamakan Selamat

Arung Jeram secara rata-rata dianggap lebih menantang, beresiko dan berbahaya. Hal ini karena Arung Jeram harus menghadapi rintangan alam yang nyata, dan kadang tidak dapat diduga dan datangnya tiba-tiba. Tetapi seorang penulis petualangan kenamaan, William Mc. Ginnes, menyatakan bahwa sebenarnya Arung Jeram tak lebih beresiko dibanding mengemudi di jalan raya. Walu begitu, pengarungan sungai haruslah disesuaikan dengan kemampuan, ketrampilan dan keadaan alam. Karenanya dalam ber-Arung Jeram keselamatan haruslah tetap menjadi pertimbangan utama.

Sungai berjeram dibagi dalam berbagai tingkat kesulitan (kelas), dari Kelas I (termudah) sampai Kelas VI (tak boleh diarungi). Seperti juga olah raga petualangan lainya Arung Jeram juga memiliki 2 macam bahaya utama ; bahaya dari diri sendiri, termasuk persiapan dan perlengkapan (Subjective Danger) dan bahaya dari alam (Objective Danger). Untuk Arung Jeram, bahaya dari alam terutama adalah sifat dari sungai itu sendiri. Demikian juga perlengkapan, kalau tidak tepat dan kurang lengkap akan menimbulkan bahaya yang nyata (Kecelakaan). Adapun untuk menghindari bahaya dari diri sendiri, seseorang harus berlatih, berlatih dan belajar, baik ketrampilan maupun ilmu-ilmu pendukungnya.
Federasi Arung Jeram Indonesia

[Dengan terus berkembanganya Arung Jeram di Indonesia, para penggiatnya merasa bahwa perlu suatu wadah yang dapat membina kegiatan Arung Jeram dengan lebih terorganisir, memiliki wawasan dan tujuan yang jelas. Pada bulan Maret 1996, oleh 38 Organisasi Pecinta Alam, Klub Arung Jeram Amatir, Profesional dan Komersial, telah dibentuk Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), yang kemudian terpilih menjadi Ketua adalah Amalia Yunita, seorang penjelajah dan petualang handal anggota Aranyacala Universitas Trisakti, yang kini aktif diperusahaan Wisata Arung Jeram PT. Lintas Jeram Nusantara.


Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) antara lain bertujuan mengembangkan Arung Jeram sebagai olah raga petualangan menjadi olah raga prestasi dan lebih aman, serta meningkatkan sumber daya manusia dibidang Arung Jeram. Dalam program -programnya, FAJI akan membuat pelatihan-pelatihan berjenjang, kejuaraan-kejuaraan dan invitasi, menetapkan norma keselamatan (safety codes), standarisasi peralatan dan teknik, serta upaya-upaya lainnya untuk memasyarakatkan olah raga Arung Jeram. Selain berwawasan olah raga dan petualangan, FAJI juga berwawasan dan memiliki program-program lingkungan, terutama berfokus pada masalah sungai.

Setelah dipimpin oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Harry Triono tahun 2001-2002, saat ini FAJI diketuai oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Safzen Nurdin. Pada tahun 2001 PB FAJI telah menjadi bagian dari organisasi rafting internasional (IRF) serta terus melaksanakan upaya konsolidasi dan membentuk Pengda-pengda. Dan pada bulan Oktober 2001, PB FAJI untuk pertama kalinya mengirim tim untuk berlaga di Kejuaraan Internasional yang diselenggarakan IRF. Dan di bulan November 2001, FAJI kembali bekerjasama dengan Korps Marinir dan TSA Komunika menyelenggarakan Kejurnas Arung Jeram II di Sungai Citarum Jawa Barat. Kejurnas II ini diikuti oleh 81 club dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa daerah juga menyelenggarakan kompetisi baik tingkat local, nasional maupun Internasional; Asahan White Water Festival 2000, Asahan Race 2001 & 2003, Piala Gubernur Sumut 2001-2, Kejuaraan Arung Jeram Terbuka Rongkong 2004, LACi I & 2 Jawa Barat 2004 dsb. Hal ini menandai semakin maraknya kompetisi arung jeram di Indonesia.

Sejak banjir pertama kali melanda Jakarta, 29 Januari 2002, FAJI bergabung bersama Korps Marinir, ORARI, Indonesia Offroad Federation, KSR UKI, kelompok pencinta alam se-Jakarta, ikut serta dalam upaya evaluasi korban banjir . Pada saat pasca banjir PB FAJI memfasilitasi sekretariat POSKO SIAGA BANJIR ARUNG JERAM PEDULI dengan misi utama siaga evakuasi korban banjir dan distribusi logistik di tempat yang sulit dijangkau dengan menggunakan perahu karet atau kendaraan 4 X 4. Dalam penanganan bencana Tsunami di Aceh - Nias, FAJI bergabung dengan Global Rescue Network (GRN) dalam melakukan tugas kemanusiaan Operasi Pesisir Barat Aceh Nias.

Saat ini Pengurus Besar FAJI telah memiliki perwakilan di 10 propinsi dan di tahun 2005 ini diharapkan bertambah menjadi 15 Pengda. Untuk publikasi FAJI telah menerbitkan Majalah Kegiatan Alam Terbuka JELAJAH, yang menuliskan tidak saja kegiatan Arung Jeram juga kegiatan alam terbuka lainnya, dan meluncurkan Web Site http://www.faji.org.

 

TIPS RAFTING – untuk Pemula

TIPS RAFTING BUAT ORANG AWAM

  1. Harus pakai helmet dan pastikan ikatan benar adanya.
  2. Jika anda memakai kacamata karena emang harus, bukan untuk fashion. Pastikan kacamata tersebut diberi ikatan karet ke kepala untuk menghindari kacamata terlepas dan hilang saat anda terjatuh dari boat.
  3. Pastikan baju pelampung anda diikat dengan kencang tapi nyaman di badan. Jika tidak, saat anda jatuh ke air, berat badan anda akan membawa anda tenggelam sedangkan pelampung akan naik dan terlepas dari badan anda.
  4. Jangan pakai celana/kaos warna putih, kecuali anda siap pamer isi celana/baju anda..:)
  5. Jangan pakai perhiasan seperti kalung, gelang, cincin, dll
  6. Bagi yang takut kulitnya tersengat sinar matahari, silahkan pakai baju lengan panjang tapi jangan yang terlalu tebal.  Jika diperlukan pakailah lotion anti matahari
  7. Jangan membawa HP/BB pada saat rafting, karena tidak akan  ada gunanya.
  8. Pastikan membawa kamera, dan lindungi dengan plastic yang kedap air (biasanya plastic obat), titipkan ke pemandu anda supaya lebih aman. Biasanya di beberapa spot pemandu akan berhenti untuk menunggu boat yang lainnya atau istirahat sebentar. Disaat itulah kamera anda bisa sangat berguna.
  9. Pakailah alas kaki yang nyaman, terikat dan alasnya tebal. Yang paling cocok adalah sandal gunung, jangan pakai sepatu, sandal jepit apalagi sandal high heel…
  10. Perhatikan dan ikuti petunjuk serta perintah dari coordinator pemandu saat briefing sebelum rafting. Dan ikuti aba-aba pemandu boat anda saat rafting.


TIPS TAMBAHAN

Biasanya boat terdiri dari 4-5 peserta + 1 pemandu. Dengan komposisi 2 orang sebelah kiri dan 3 orang sebelah kanan atau sebaliknya. Serta pemandu berada di belakang sebagai kemudi.

  1. Bagi  anda berbadan gemuk, dan bermasalah dengan keseimbangan. Hindari duduk paling depan (kanan atau kiri). Pastikan anda duduk di urutan belakang sebelum pemandu, kenapa begitu ???? kecenderungan untuk jatuh akan lebih besar jika anda berada di depan, dibanding dengan anda berada di belakang. Belum lagi barisan depan akan lebih sering terkena terpaan air saat jeram agak curam.
  2. Bagi anda yang ingin sekali rafting tapi takut akan arus, batu dan bahkan tidak bisa berenang. Tidak perlu kuatir, anda dilengkapi oleh pelampung yang bisa membawa badan anda selalu mengapung. Dan selalu didampingi pendamping yang professional yang akan menjaga anda saat rafting.
  3. Jangan sok jadi pahlawan atau sok bisa, karena rafting adalah team work bukan individu. Pastikan satu sama lain bisa menjaga laju boat dengan dayungan yang sama dan kompak, serta menjaga keseimbangan supaya semua peserta rafting selalu berada di atas boat sampai garis finish.


Tidak ada pelajaran yang berkesan tanpa adanya percobaan, demikan juga dengan rafting…HARUS DILAKUKAN, HARUS DICOBA, nikmati serunya jeram dan teriakan kepuasan.

Selamat ber - rafting ria

 

 

Pertanyaan tentang Arung jeram

Yang Sering Ditanyakan tentang Arung Jeram, Diantaranya adalah:

1. Apakah kegiatan arung jeram aman ?
2. Saya tidak dapat berenang, dapatkah saya mengikuti kegiatan arung jeram ?
3. Seberapa sehat saya untuk mengikuti kegiatan arung jeram ? Apakah harus pada kondisi yang prima ?
4. Apa yang harus saya kenakan saat mengikuti kegiatan arung jeram ?
5. Saya belum pernah mengikuti kegiatan arung jeram. Sungai dengan tingkat kesulitan manakah yang cocok untuk saya ?
6. Saya memiliki keluarga dengan anak yang masih kecil. Dapatkah mereka mengikuti kegiatan arung jeram ?

Nah untuk lebih jelasnya silakan klik saja..

1). Apakah kegiatan arung jeram aman?
arung jeram adalah kegiatan yang menggairahkan, mengasyikkan, sedikit liar dan menyenangkan. Seperti pada kegiatan petualangan lainnya, arung jeram tetap memiliki resiko dan bahaya. Namun resiko tersebut justru menambah semangat dan menjadi perangsang bagi para penggiat kegiatan ini, sehingga bukan menjadi alasan mengapa orang-orang tidak menyukai kegiatan arung jeram.
Seorang pemandu arung jeram (skipper/kapten) yang telah berpengalaman akan berusaha untuk meminimalisasi resiko dan bahaya. Bahkan secara statistik, anda akan lebih aman mengikuti kegiatan arung jeram dibandingkan dengan berkendara didalam kota. Seorang pegawai pemerintahan di Amerika mengutarakan pada suatu penelitian, bahwa angka kecelakaan untuk kegiatan arung jeram masih jauh dibawah sepak bola! Namun tentu saja masih ada resiko dan anda harus menerima resiko tersebut saat berada di sungai.

2). Saya tidak dapat berenang, dapatkah saya mengikuti kegiatan arung jeram ?

Setiap orang yang mengikuti kegiatan arung jeram yang telah dikelola secara komersil akan selalu mengenakan pelampung (Life Jacket) yang memiliki daya apung tinggi. Pelampung ini akan tetap menjaga anda berada diatas permukaan air, bahkan pada saat anda terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai.
Banyak orang yang tidak dapat berenang mengikuti kegiatan arung jeram dan mereka sangat menikmatinya. Yang paling penting adalah anda tidak panik saat terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai. Namun orang yang tidak dapat berenang tidak dianjurkan mengikuti kegiatan arung jeram pada sungai yang memiliki tingkat kesulitan class IV atau class V, dan cukuplah menikmati jeram dengan mengenakan pelampung pada sungai dengan tingkat kesulitan class II – class III.

3). Seberapa sehat saya untuk mengikuti kegiatan arung jeram ? Apakah harus pada kondisi yang prima?

Dalam kegiatan arung jeram selalu menggunakan dayung. Ini artinya anda akan memegang dayung dan melalukan pendayungan saat berada di atas perahu. Anda tentunya harus berada pada kondisi yang sehat dan fit saat mengikuti kegiatan arung jeram. Mendayung dapat menyebabkan kelelahan, tetapi pemandu akan memberikan instruksi pada anda teknik mendayung. Sehingga tidak selamanya saat anda berada diatas perahu akam melakukan pendayungan.
Jika anda merasa ragu dengan kemampuan untuk mengikuti kegiatan arung jeram, atau tentang kesehatan anda, sebaiknya anda melakukan cek kesehatan terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan arung jeram

4). Apa yang harus saya kenakan saat mengikuti kegiatan arung jeram ?

Hal ini tergantung pada kondisi saat berlangsungnya kegiatan, yaitu suhu air dan cuaca. pada Cuaca yang panas dengan suhu air yang dingin, disarankan untuk mengenakan wet suit. Pada cuaca yang dingin dan suhu air yang dingin, serta pada sungai class V, kenakan wet suit yang dikombinasi dengan jaket yang khusus untuk kegiatan arung jeram. Dianjurkan pula untuk mengenakan pakaian dari bahan synthetic fleece, polypro, capilene atau wool pada bagian dalamnya. Jangan mengenakan pakaian dari bahan katun karena akan membuat anda kedinginan.

Pada cuaca yang hangat dan suhu air yang tidak terlalu dingin, sebaiknya kenakan pakaian olahraga dan T-Shirt. Jangan lupa untuk memakai sunscreen, tetapi jangan gunakan dikening karena saat terkena air akan berbahaya bila terkena mata anda, atau menggunakannya pada kaki bagian belakang, hal ini dapat menyebabkan anda terpeleset. Kenakan pula sepatu olahraga atau sepatu jogging, atau bila anda memiliki sepatu khusus untuk kegiatan arung jeram akan lebih baik lagi. Tidak dianjurkan mengenakan sandal, karena tidak memberikan banyak proteksi bahkan sedikit menyulitkan bila dipakai berenang. Untuk anda yang berkacamata, disarankan untuk memberikan pengait/tali pada kacamata anda agar tidak mudah terlepas.

5). Saya belum pernah mengikuti kegiatan arung jeram. Sungai dengan tingkat kesulitan manakah yang cocok untuk saya?

Sebagai awal, mulailah pada sungai dengan tingkat kesulitan class II atau class III. Jika anda merasa yakin dengan kemampuan yang anda miliki, sehat dan haus akan tantangan, anda dapat mencoba sungai dengan tingkat kesulitan class IV, meskipun belum memiliki pengalaman sebelumnya. Karena pemandu akan melatih anda terlebih dahulu dan menjelaskan bagaimana cara penyelamatan di sungai serta teknik mendayung.
Sedang untuk sungai dengan class V, anda harus memiliki pengalaman pengarungan sungai dengan tingkat kesulitan class IV terlebih dahulu

6). Saya memiliki keluarga dengan anak yang masih kecil. Dapatkah mereka mengikuti kegiatan arung jeram ?

Banyak operator arung jeram menawarkan paket arung jeram keluarga, dimana anda dapat membawa serta anak anda walau masih berumur 6 tahun. Setiap sungai yang dikelola secara komersil oleh operator arung jeram memiliki paket-paket dengan batas minimal umur peserta kegiatan, seperti 6 tahun, 10 tahun atau 14 tahun.
Kontak operator arung jeram yang menawarkan paket keluarga tersebut, dan tanyakan umur minimal peserta yang boleh mengikuti kegiatan tersebut.

7). Saya seorang yang cukup berumur. Dapatkah saya mengikuti kegiatan arung jeram ?

Untuk kesehatan, orang tua yang masih aktif dan berumur lebih dari 60 tahun masih boleh mengikuti kegiatan arung jeram. Sebagai langkah awal, cobalah pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class I-II. Selanjutnya tergantung pada apa yang dirasakan setelah melakukan pengarungan tersebut. Anda boleh mencoba pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class III. Karena cukup banyak peserta yang berumur 60-an sampai 70-an menikmati kegiatan arung jeram, tentunya pada sungai-sungai dengan tingkat kesulitan rendah.

8). Apa yang terjadi pada paket pengarungan khusus? Bagaimana pengaturan perahunya?

Anda akan bertemu dengan pimpinan perjalanan (Trip Leader) pada waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh operator arung jeram yang anda hubungi. Kemudian anda akan menaiki kendaraan yang telah disiapkan untuk menuju titik start pengarungan. Saat menuju ke lokasi start, Trip Leader akan menjelaskan pada anda beberapa informasi penting seperti keselamatan saat berarung jeram. Umumnya informasi ini disampaikan selama 20 menit. Selanjutnya anda akan menuju perahu yang memuat 6-8 orang dan seorang pemandu. Pemandu yang menyertai tersebut akan memberikan instruksi lanjutan tentang cara memegang dayung dan menggunakannya saat pengarungan, dan bagaimana mengikuti perintah yang dia berikan. Selanjutnya anda akan melakukan pengarungan sampai dengan titik finish.

9). Berapa besar kemungkinan saya terlempar dari perahu? Dan apa yang harus saya lakukan jika saya terlempar?

Percaya atau tidak, banyak orang yang menyukai saat terlempar keluar dari perahu! Ini sangat mengasyikkan. Pada awalnya memang dapat menyebabkan disorientasi dan sedikit kewalahan. Namun banyak pula orang yang sudah berkali-kali mengikuti kegiatan arung jeram dan tidak pernah terlempar keluar perahu. Beberapa orang hanya berenang pada pengarungan pertama mereka karena tidak mampu naik kembali keatas perahu atau karena tertinggal jauh dari perahu yang melemparkannya. Ini adalah bagian dari sebuah kegiatan arung jeram.
Sebelum anda memulai pengarungan, anda akan diberikan instruksi apa yang harus anda lakukan jika anda terlempar keluar dari perahu, dan bagaimana berusaha agar tetap aman. Ikuti semua instruksi pemandu anda, dan jika anda tetap terlempar keluar perahu, maka berenang akan lebih mengasyikan dalam pengarungan anda!

10). Bolehkan saya membawa kamera atau video kamera?

Kami tidak menganjurkan anda untuk membawa video kamera, atau kamera mahal saat pengarungan. Karena akan mudah rusak bila terkena air dan ini akan merugikan anda, kecuali jika anda memiliki kamera khusus untuk kegiatan outdoor yang tentunya dirancang agar anti air. Pada beberapa perusahaan operator arung jeram, mereka telah menyiapkan photographer yang akan mengabadikan kegiatan pangarungan anda yang selanjutnya dapat dilihat atau dipesan setelah selesai pengarungan.

11). Haruskah saya memberikan tips pada pemandu saya?

Pemberian tips bukanlah sesuatu yang diharapkan, tapi tentunya akan sangat dihargai oleh pemandu, yang telah bekerja keras dalam memandu anda, membuat anda gembira dan juga membuat anda aman selama pengarungan. Jika anda merasa pemandu anda telah melakukan pekerjaan dengan baik, menyenangkan anda dan berbagi pengalaman yang menakjubkan selama pengarungan …

 

Arung Jeram

Arung Jeram atau Rafting adalah kegiatan outdoor rekreasi yang menantang menggunakan rakit tiup untuk menelusuri sungai atau badan air lainnya. Jadi, arung jeram adalah olah raga yang menuntut keterampilan. Untuk itu sangat membutuhkan waktu untuk berkembang. Perkembangan arung jeram ke arah mencapai kemampuan yang prima, hanya mungkin apabila mau mempelajari sifat-sifat sungai, serta bersedia melatih diri di tempat itu. Kecuali perlu mengembangkan pengetahuan mengenai sifat-sifat sungai, wajib pula berlatih berdayung, berkayuh di sungai. Implikasinya butuh mengembangkan kemampuan fisik, agar selalu mencapai kondisi seoptimal mungkin dalam melakukakan kegiatan arung jeram. Hal lain yang patut diingat dalam arung jeram atau rafting, adalah berlatih cara-cara menghadapi keadaan darurat di sungai. Hal ini penting untuk melatih kesiapan, kemampuan dan kepercayaan diri, apabila memang harus menghadapinya ketika sedang melakukan arung jeram.

Perkembangan kegiatan arung jeram ini sebagai olahraga rekreasi telah menjadi populer sejak pertengahan 1970-an. Saat itu dianggap bahwa arung jeram adalah sebagai olahraga ekstrim, karena bisa berbahaya.

Enam kelas kesulitan dalam arung jeram atau rafting. Mulai dari yang sederhana sampai luka yang sangat berbahaya dan potensi kematian atau serius.

· Arung Jeram atau rafting Grade 1

Sangat daerah kasar kecil, mungkin memerlukan sedikit manuver. (Skill Level: Very Basic)

· Arung Jeram atau rafting Grade 2

Beberapa air kasar, mungkin beberapa batu, mungkin memerlukan beberapa manuver. (Skill level: basic paddling skill)

· Arung Jeram
atau rafting Grade 3

Gelombang kecil, mungkin drop kecil, namun tidak ada bahaya yang cukup besar. Mungkin memerlukan manuver signifikan. (Skill level: experienced paddling skills)

· Arung Jeram atau rafting Grade 4

Gelombang menengah, mungkin batuan, mungkin penurunan yang cukup besar, manuver tajam mungkin diperlukan. (Skill level: whitewater experience)

· Arung Jeram atau rafting Grade 5

Ombak besar, volume besar, kemungkinan batu besar dan bahaya, kemungkinan drop besar, membutuhkan manuver tepat. (Skill level: advanced whitewater experience)

· Arung Jeram atau rafting Grade 6

Kelas ini dianggap begitu berbahaya. Pengarung dapat berharap untuk menemukan arung substansial, gelombang besar, batu besar dan bahaya, dan / atau tetes substansial yang akan memberikan dampak berat di luar kapasitas struktural dan peringkat dampak dari hampir semua peralatan arung jeram. Melintasi Kelas ini cepat memiliki kemungkinan peningkatan dramatis berakhir pada cedera serius atau kematian dibandingkan dengan kelas yang lebih rendah. (Skill level: berhasil menyelesaikan Kelas 6 cepat tanpa cedera serius atau kematian secara luas dianggap sebagai masalah keberuntungan yang besar atau keterampilan ekstrim).

Sungai Citarik merupakan salah satu lokasi yang sering menjadi tempat tujuan untuk melakukan tantangan untuk arung jeram atau rafting. Di Daerah Sukabumi-Jawa Barat ada 2 Lokasi Sungai yang terkenal untuk arung jeram yaitu :

Arung Jeram Sungai Citarik atau rafting citarik (Sukabumi-Jawa Barat) adalah kawasan yang memiliki daya tarik wisata air yang cukup menantang. Arung jeram ini masuk pada Grade IV, dengan panorama alam yang cukup ekxotis. Ada berbagai pilihan jarak tempuh Arung Jeram ini yang bisa anda pilih : 5 km, 9 km, dan 12 km dengan harga ekonomis.

Arung Jeram
Sungai Citatih atau rafting citatih (Sukabumi-Jawa Barat) masuk pada Grade III-IV. Arung Jeram ini sangat cocok untuk pemula karena selain aman juga memiliki tantangan yang tidak kalah hebatnya. Pada arung jeram ini ada sejumlah 20 Jeram dan memiliki jeram terkenal di Jawa Barat seperti : Jeram Coffee, Jeram Naga, Jeram Gigi dan jeram - jeram popular lainnya akan membuat trip arung jeram ini tidak terlupakan.

 

BER-ARUNG JERAM (RAFTING)


Kegiatan arung jeram atau rafting merupakan kegiatan polular yang disenangi tua dan muda, lelaki dan perempuan. Berbasah ria dan menikmati tantangan diayun arus air kuat, diombang ambing jeram dan meliuk-liuk diantara bebatuan merupakan sensasi yang mendebarkan. Menyaksikan pemandangan menakjubkan di sepanjang badan sungai. Sungguh sebuah pengalaman yang mengagumkan dan tidak bakal terlupakan.

Dibalik keindahan dan serunya berarung jeram, bahaya setiap saat mengancam para pengarung jeram bila tidak hati-hati. Walaupun kegiatan arung jeram di lakukan di sungai dengan tingkat kesulitan yang tidak terlalu tinggi dan bisa dilalui wisatawan, namun jeram tetap berbahaya bagi wisatwan bila kita terjebak di dalamnya.

Hati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan adalah kunci aman lancar dan menyenangkannya berarungjeram. Pertama kali yang harus kita perhatikan kalau ingin berarung jeram adalah pilihlah operator arung jeram ternama, punya pengalaman dan mengutamakan keselamatan ketimbang harga yang bersaing.

Musim hujan adalah waktu terbaik untuk melakukan petualangan wisata ini. Karena disaat musim hujan debit air sungai tinggi sehingga aliran air cukup kencang dan jeram-jeram besar, sungguh sebuah tantangan yang menarik. Walaupun debit air sungai tinggi, operator berpengalaman tetap memperhatikan keamanan dan terus memantau tingginya permukaan air sungai. Bila arus sungai semakin besar dan kuat, biasanya operator akan membatalkan pengarungan saat itu juga.

Pakailah kaos yang nyaman di tubuh, kalau takut hitam atau lengan terbakar panas matahari, kenakan kaos lengan panjang. Agar kaki leluasa bergerak, kenakan celana pendek (celana pendek lapangan). Jangan pakai celana panjang karena berat dan kaki tidak leluasa bergerak di perahu. Celana panjang juga menyulitkan kita berenang. Jangan gunakan celana pendek dari bahan kain atau katun tanpa ikatan atau ikat pinggang. Karena dalam keadan basah akan berat dan mudah melorot (ini sudah bahasa Indonesia yah)

Pakai topi dan kacamata gelap bila tidak tahan dengan silau sinar matahari. Kemudian yang wajib dikenakan pengarung jeram adalah helm yang pas dikepala, tidak kekecilan (akan menimbulkan rasa sakit) atau terlalu besar, longgar (sehingga mudah bergerak dan bisa menutup mata). Pastikan memilih helm yang baik, tidak pecah atau retak dan masih ada tali pengikat ke dagu. Kalau tidak ada talinya, helm akan mudah lepas dan hilang.

Helm digunakan di arung jeram untuk melindungi kepala dari benturan batu bila kita tercebur ke sungai. Helm juga berguna untuk melindungi kepala dari benturan dayung dari tamu yang pecicilan di perahu. Jangan lupa gunakan sun block atau tabir surya yang waterproof untuk melindungi kulit wajah dan lengan dari sengatan matahari.

Pilih pelampung yang disediakan operator rafting yang pas di badan, pelampung yang kekecilan akan membuat sesak badan dan sulit bernafas, sedangkan kalau kebesaran tidak akan maksimal membuat tubuh terapung dengan benar. Malah pelampung akan mudah terlepas dari tubuh.

Pilih pelampung yang masih baik, semua tali lengkap dan tidak ada bagian yang sobek. Pelampung berguna agar kita tetap terapung bila tercebur ke sungai dan mempertahankan badan tetap diatas permukaan air.

Alas kaki sebaiknya mengenakan sepatu khusus untuk di air atau paling tidak sandal gunung, sepatu kets atau sepatu olah raga lainnya tidak dianjurkan dikenakan. Karena selain berat juga licin di permukaan perahu karet.

Sebelum pengarungan sungai pastikan segala barang dan perhiasan berharga dilepas kemudian disimpan di mobil atau titip ke operator, seperti dompet, kacamata baca, kalung, anting dan gelang karena bisa saja jatuh dan hilang. Jam tangan yang tidak waterproof sebaiknya tidak dikenakan. Periksa kantong celana untuk memastikan tidak ada barang yang bakal rusak kena air seperti uang, kartu atm, id card, hp dan sebagainya.

Tidak dianjurkan membawa camera foto atau video selama pengarungan, karena resiko rusak terkena air sangat besar. Biasanya operator rafting membuat dokumentasi pengarungan, menempatkan photographer di beberapa lokasi yang bagus untuk mengambil gambar seru aktifitas berarung jeram. Hasil jepretan ini kemudian di cetak dan dijual kepada para tamu di lokasi finish.

Bila ingin sekali mendokumentasikan pengarungan, maka sampaikan rencana ini ke operator. Biasanya photographer atau cameramen akan ditempatkan tersendiri, tidak digabung dengan tamu lain, di perahu yang terdiri dari guide atau pengarung jeram berpengalaman. Ini dimaksudkan agar lebih aman dan perahu mudah dikendalikan sehingga dapat mengambil gambar dengan baik.

Siapkan drybag untuk menyimpan camera. Keluarkan camera dan bidik momen bagus sepanjang pengarungan, bila kondisi memungkinkan, jeram tidak terlalu besar dan dirasakan aman. Kalau perahu akan memasuki jeram besar, dan biasanya akan diberitahukan skipper, maka segera masukan dalam drybag. Jangan ambil resiko, tetap mengambil gambar dalam situasi seperti ini. Sayangi nyawa dan barang anda.

Sebelum pengarungan biasanya operator akan memperagakan beberapa langkah atau cara aman bila tercebur di sungai. Kalau kita tercebur di sungai usahakan posisi menghadap kedepan dengan kaki dalam posisi siap menjejak. Posisi ini dimaksudkan agar kita bisa melihat sekeliling, menghidari batu atau jeram yang kuat. Kaki kita gunakan untuk menahan badan agar tidak membentur bebatuan besar.

Skiper atau nahkoda di perahu karet yang duduk paling belakang adalah bos di perahu. Ikutin segala perintahnya kalau ingin perahu ingin tetap terapung lengkap dengan penumpangnya. Kalau dia bilang maju, maka semua penumpang perahu wajib mendayung maju, kalau bilang mundur maka semua medayung mundur. Kalau di bilang stop, tidak boleh ada satupun yang boleh mendayung.

Walaupun kita tamu dan membayar mahal untuk wisata petualangan ini, namun kita harus berbesar hati mau di perintah oleh skipper. Kalau tidak semua akan menanggung resikonya tercebur ke sungai atau lebih parah lagi perahu terbalik.

Biasanya pendayung sebelah kanan paling depan menjadi patokan gerakan mendayung, agar kompak dan seragam. Mendayung maju semua mendayung maju, mundur semua mundur tidak ada yang berbenturan.

Sekali lagi, sungai berjeram biasanya terletak di hulu sungai. Jadi jangan berfikir ada buaya di hulu sungai. Buaya banyak di muara sungai. Binatang yang bisa kita saksikan disepanjang sungai biasanya biawak, ular, kupu-kupu, burung, serangga dan binatang lainnya…..dan semuanya aman. Sama sekali tidak membahayakan pengarungjeram. Jadi apalagi yang diragukan ayo berarung jeram dan rasakan sensasinya.

Selamat berarung jeram ….jangan lupa berdoa


(Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman berarung jeram di sungai-sungai di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Sabah Malaysia)

(sumber: Federasi Arung Jeram Indonesia)

 
More Articles...
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 2

 

 

 

Januar
085692022134

08998495807

Nurhidayah
085697119055

 


We have 1 guest online

You are here:
  • arung jeram cicatih 6.jpg
  • arung jeram citarik 2.jpg
  • camp.jpg
  • camp 1.jpg
  • hidangan.jpg
  • rafting citarik 1.jpg
  • rafting citarik 2.jpg
  • rafting citarik 3.jpg